• May 2008
    M T W T F S S
    « Apr    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Advertisements

With Windows 7, You’ll Be Able To Get Touchy-Feely

If you like the way you can handle your iPhone by deft finger maneuvers, you’re going to love the future of Windows. The next version of Windows — currently named Windows 7 — will drive all kinds of devices with a similar technology.

Microsoft demonstrated its multi-touch technology at the D: All Things Digital conference, sponsored by The Wall Street Journal, where Microsoft Vice President Julie Larson-Green used her fingers to draw a rudimentary landscape on a Dell laptop.

“You are going to see this in all different sizes and shapes of computers,” she said.

The technology should be a natural for image editing and navigating online maps, Microsoft said. Larson-Green demonstrated manipulating an online map to find a nearby Starbucks.

In Touch with Surface

Microsoft actually demonstrated the technology at last year’s D conference as a way to deploy touch in tabletops and kiosk-like displays. In that context, Microsoft is calling the technology Surface. And while Larson-Green’s demo focused on manipulating a traditional PC, Microsoft envisions touchscreens implemented in all kinds of ways, Chris Flores, a Microsoft product director, wrote on the official Windows Vista blog.

“Surface harnesses touch and multi-touch capabilities to provide users with a natural way to interact directly with computing devices,” Flores wrote. “Expect to see the table-like Surface devices in hotels, retail establishments, restaurants and public entertainment venues.”

Apple’s iPhone may be the most obvious mainstream device sporting multi-touch, but touch-based interfaces are everywhere, including laptop touch pads, cell phones, remote controls and GPS devices, Flores said. “What becomes even more compelling is when this experience is delivered to the PC — on a wide variety of Windows notebooks, in all-in-one PCs, as well as in external monitors. In working with our broad ecosystem of hardware and software manufactures, we’re excited to be showing some of the great work and investments we are working on in Windows 7,” he wrote.

Natural Computing

“The technology is pretty cool,” said Greg Sterling, principal analyst with Sterling Market Research, in a telephone interview. “There are situations where being able to touch the screen is clearly more effective than using a mouse.” And thanks to all those handheld devices using touchscreen technology, “consumers will be fairly accustomed to touchscreens by the time this comes out in 20 months or later,” Sterling added.

The implementation of multi-touch into tabletops and kiosks as Surface could have far-reaching consequences for how we interact with technology, Sterling noted, but “it’s hard to predict right now if this will be a significant thing.” ATMs are the primary real-world touch interaction most people have with computers, which is a “pretty rudimentary” version of the possibilities. For instance, one can easily imagine tabletops in restaurants that display the menu, allow diners to view pictures of items, even place orders without waiters.

But the demo Tuesday was about Windows 7 and PC hardware. “In the laptop context, it gets really interesting as a way to interact with the machine to do certain things,” Sterling said.

Larson-Green’s demo of an online mapping system is exactly the kind of application where manipulating a screen with fingers makes for a more natural experience. She demonstrated sliding a finger along the screen to navigate around and spreading fingers to zoom in. A video of the demonstration shows playing a piano keyboard by touching the keys on screen, suggesting new possibilities for digital music applications.

Touchscreens could also make a big contribution to ergonomic computing, getting users out of their chairs and away from keyboards and mice. “The mouse was never intended to be the long-term input device, but nothing better has ever come along. This could be that better mouse,” Sterling said.

Richard Koman, newsfactor.com

 

Advertisements

Luncurkan Laptop Mini, HP Indonesia Bidik 3 Segmen

Produsen komputer Hewlett-Packard (HP) hari ini (14/5) resmi meluncurkan laptop mini pertamanya di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, tiga segmen pasar langsung dibidik oleh laptop bertipe HP 2133 ini.

Ketiga segmen yang dimaksud adalah kalangan remaja, mobile professional dan kalangan yang selalu mengikuti fashion.

Mariana Kasim, Marketing Director Imaging Printing Group and Personal Systems Group HP Indonesia, mengatakan pihaknya tidak ingin dikatakan tidak fokus karena membidik tiga segmen sekaligus. Pasalnya lahan bisnis itu menurutnya berpotensi besar untuk digarap.

“Kenapa kita membidik segmen itu karena kita ingin memberikan notebook yang stylish, memiliki fungsionaliti, mobiliti, tahan banting dan tentunya harga murah,” tuturnya di acara peluncuran laptop HP 2133 Mini di Wisma Mulia, Rabu (14/5/2008).

HP 2133 Mini dijual dengan harga US$ 699 dan mulai besok, Kamis (15/5/2008), sudah tersedia di HP Store. Sedangkan di toko-toko elektronik baru akan tersedia pada bulan Juni 2008.

Disinggung mengenai target pasar, Mariana enggan membocorkan berapa target yang ingin dibidik HP di lahan bisnis barunya ini. “Tentunya sebanyak-sebanyaknya,” ujarnya lagi.

Satu hal yang unik dari notebook ini adalah meski kecil, namun ukuran keyboardnya hampir sama dengan ukuran keyboard berukuran standar. “Jadi bagi pria yang mempunyai jari-jari yang besar dapat mengetik dengan lebih nyaman,” Mariana menuturkan.

Namun sayangnya, notebook berukuran layar 8.9 inci ini tidak memiliki optical drive. Yohan Wijaya, Market Development Manager Comercial Notebook HP Indonesia berasalan bahwa jika diberikan tambahan optical drive, maka akan membuat notebook menjadi lebih besar dan akan menambah panas suhu notebook.

“Lagipula, USB yang ada saat ini sudah cukup menggantikan optical drive,” kata Yohan.

Dari sisi spesifikasi, laptop berbobot 1,19 kg ini dibekali dengan dua port USB, hard disk 120GB, RAM 1GB, prosesor VIA 1,2Ghz dan sistem operasi Windows Vista Home Basic.

Mengenai bisa tidaknya digunakan sistem operasi Linux, Yohan mengatakan hal itu dimungkinkan saja. Namun khusus untuk Indonesia, Yohan mengklaim notebook tersebut sudah dibundel dengan Vista. “Takutnya kalau pakai Linux experiencenya tidak maksimal,” jelas Yohan.

HP Compaq DC7800

HP Compaq DC7800Tidak seperti kebanyakan All-in-One PC lainnya, layar Compaq dc7800 fleksibel untuk dinaikturunkan.

PC gendong. Begitulah kami menyebutnya. Anda pasti akan setuju jika menilik foto HP Compaq dc7800 di bawah. Jika digambarkan dengan kata-kata, produk ini memang sebuah casing ukuran mini-ATX yang digendong sebuah monitor LCD berukuran 17 inci.

Tujuan desain “gendong” ini adalah sebuah PC desktop yang ringkas dan hemat tempat. Tujuan ini cukup berhasil, meski sejujurnya jauh dari kesan keren seperti ditunjukkan All-in-One PC lain seperti Apple iMac atau NEC P5000.

Untungnya secara desain, Compaq dc7800 terlihat kokoh. Sambungan antara monitor dan casing terlihat lekat tanpa ada kesan longgar, bahkan monitor bisa dinaikturunkan sekitar 5 cm. Keluwesan ini bisa dianggap sebuah kelebihan karena One PC lain cuma bisa diatur kemiringannya. Bobot totalnya juga cuma 3,2 kg, membuatnya mudah dipindah-pindah.

Karena sejatinya adalah PC desktop, Compaq dv7800 juga menggunakan komponen PC untuk desktop. Ini berbeda dengan iMac atau NEC Powermate P5000 yang menggunakan komponen notebook. Anda bisa melihat spesifikasi lengkap PC ini di tabel spesifikasi, namun yang perlu kami garisbawahi adalah penggunaan prosesor Intel E2180. Prosesor ini adalah prosesor dual core dengan kecepatan 2GHz, dan termasuk kelas low-end karena cuma memiliki L2 cache 1MB. Namun jangan khawatir soal kinerjanya, karena seperti terlihat dari tabel hasil pengujian, prosesor ini mampu melewati pengujian kami dengan catatan waktu yang memuaskan.

Konektor yang disediakan PC ini cukup sederhana, meliputi 8 port USB 2.0 (2 buah di depan), D-sub 15 pin, DVI, dan audio. Untuk terhubung ke jaringan, tersedia konektor Gigabit Ethernet namun tanpa WiFi. Karena semua berada di bagian belakang layar, agak sulit untuk menjangkau semua konektor tersebut. Pada awalnya kami juga khawatir keluaran panas casing yang menyembur ke sisi kanan akan mengganggu kenyamanan, namun ternyata hal tersebut tidak menjadi masalah berarti.

Compaq dc7800 ditujukan untuk segmen kantoran, tercermin dari penggunaan sistem operasi Windows Vista Home Business dan keberadaan aplikasi HP Protect Tools Security Manager. Aplikasi ini memiliki banyak kegunaan, namun satu yang menonjol adalah Drive Encryption. Aplikasi ini bertujuan mengenkripsi harddisk sehingga hanya orang yang berhak yang dapat mengakses data di dalamnya. Sebuah fasilitas penting jika data yang tersimpan di dalamnya begitu berharga.

***
Meskipun tidak cantik, konsep “gendong” yang diperkenalkan HP melalui Pavilion dc7800 berhasil menyajikan komputer yang ringkas dan hemat tempat. Mengandalkan prosesor Intel E2180, performa yang ditunjukkan PC ini lebih dari memadai untuk kegiatan kantoran biasa. Ditambah aplikasi pendukung yang fungsional, Compaq dc7800 layak menjadi pengganti PC lama Anda yang boros tempat itu.

Plus : Ringkas; kinerja bagus; dilengkapi aplikasi HP Protect Tools Security Manager
Minus : Konektor agak susah diakses; tanpa WiFi.

Sumber : http://www.infokomputer.com/

PC Gizmo : Membuat chatting lebih seru

PC GizmoSiapa yang tak suka chatting? Pasti hampir sebagian dari pembaca menyukai aplikasi yang satu ini. Aplikasi IM (Internet Messenger) seperti YM, MSN dan AIM memang sudah menjadi pasangan jiwa bagi para maniak internet. Termasuk juga emoticons yaitu simbol yang dapat mengekspresikan perasaan si pengguna.

Seiring perkembangan teknologi, rasanya kurang afdol bila simbol ekspresi itu hanya berupa gambar yang bergerak-gerak di layar komputer. Nah sekarang sudah ada yang namanya PC Gizmo, yaitu robot kecil yang dapat bergerak-gerak sesuai ekspresi yang diinginkan si pengguna. Robot ini terkoneksi ke komputer melalui colokan USB. Robot ini mampu menggerakkan tubuh dan kupingnya yang mungil, robot ini juga dilengkapi dengan lampu LED (Light Emiting Diode) untuk mengekspresikan emoticons yang ada pada IM.

Kelebihan lain yang tersembunyi dalam tubuh mungil PC Gizmo adalah robot ini mampu merespon panggilan telepon maupun email yang masuk. Ekspresi tersebut mampu ditampilkan melalui simbol lampu LED yang menyala dan gerakan tubuh robot mungil ini. Sayangnya PC Gizmo hanya dapat dinikmati oleh mereka yang bergaul dengan sistem operasi Windows.

Windows XP SP 3 Akhirnya Dirilis

Microsoft akhirnya merilis Windows XP Service Pack 3 (SP3) ke web setelah sempat tertunda gara-gara masalah kompabilitas software. Permasalahan serupa juga melanda Windows Vista SP 1.

Windows XP SP3 inipun sudah tersedia di Windows Update dan Microsoft Download Center untuk diunduh konsumen. Sebenarnya Microsoft sudah akan merilis XP SP3 ini pada akhir April 2008 lalu.

Namun kemudian seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Rabu (7/5/2008), ditemukan masalah kompabilitas dengan aplikasi bernama Microsoft Dynamic RMS, sebuah software bisnis. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penundaan itu.

Sesuai rencana, Microsoft akhirnya memilih memasang filter sehingga distribusi Service Pack XP dan Vista tersebut tak menyasar ke pengguna yang memakai Dynamic RMS untuk menghindari masalah. Microsoft pun berharap masalah kompabilitas itu akan terselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.

 

Sumber : detikinet